5-Kesalahan-Investasi

5 Kesalahan Investasi

Ada lima kesalahan mendasar yang sering menyebabkan investasi kita hilang atau bahasa sederhananya investasi kita gagal. Bukannya untung, malah tidak mendapatkan apa-apa bahkan jadi merugi. Berikut ini telah saya rangkum lima kesalahan investasi yang sering dilakukan oleh orang Indonesia.

1. Termakan rekomendasi teman

Menanyakan ke teman, kolega, atau orang dekat soal siapa yang sebaiknya mengelola uang Anda mungkin bisa mempersempit pencarian. Tapi rekomendasi ini tidak cukup. Banyak penipu yang menargetkan orang-orang yang punya kepercayaan, kultur, dan lingkungan yang sama untuk menutupi kebohongannya.

2. Tidak melakukan riset mendalam

Anda harus pastikan dan melihat latar belakang siapa orang yang bakal mengelola uang Anda. Cek ke instansi terkait apakah si pengelola dana punya otoritas untuk melakukan pekerjaannya, apakah dia punya nomor registrasi atau tidak. Atau bagaimana dengan pengalaman dia selama ini, apakah pelanggan sebelum Anda merasa puas dengan kinerjanya? Kita akan mempercayakan uang kita kepada orang lain, kita harus meriset mendalam.

3. Berasumsi orang yang bekerja di perusahaan besar pasti bagus

Penasihat keuangan Pippen pernah bekerja di Morgan Stanley dan Lehman Brothers, sebelum membangun perusahaannya sendiri. Sebuah studi dari University of Chicago Booth School of Business menemukan kalau penasihat di firma besar lebih banyak melakukan pelanggaran disiplin daripada di firma kecil.

4. Mengabaikan dokumen

Harus diakui, kita sering menandatangani dokumen yang kita tidak tahu apa isinya. Hal ini berujung pada ia kehilangan uangnya. Investor yang cermat harus membaca dokumen apapun itu isinya sebelum ditandatangani. Dokumen-dokumen penting terkait surat atau pernyataan investasi hendaknya disimpan dengan baik sebagai bukti jika terjadi sesuatu yang buruk di masa mendatang.

5. Termakan omongan pengelola dana Anda

Banyak penasihat palsu membuat pernyataan kepada investor kalau uang mereka tumbuh tinggi. Padahal di balik semua itu adalah skema ponzi yang membuat klien memasukkan uang, sementara penipuan terjadi. Uang tersebut biasanya digunakan untuk menutup kegagalan investasi pada klien awal.

Penulis: Elsa A/Ahm

Sumber : Liputan6.com

Leave a Reply