Archive for Investasi di Indonesia

Danau Toba dilihat dari Bakara

Danau Toba Siap Jadi Destinasi Wisata

Danau Toba Siap Jadi Destinasi Wisata–Danau vulkanik seluas 1.145 kilometer persegi ini menyimpan banyak sejarah khususnya bagi masyarakat adat Batak dan Sumatera Utara. Boleh dibilang, Danau Toba memegang peranan penting bagi kebudayaan suku Batak dan juga Indonesia. Saking luasnya danau ini, ada tujuh kabupaten yang bersinggungan langsung dengan Danau Toba. Artinya, Danau Toba juga menjadi sumber kehidupan bagi banyak orang.

Danau Toba memiliki ukuran yang sangat luas dan dinobatkan sebagai danau terbesar di Asia Tenggara. Danau ini juga menjadi salah satu danau terdalam di dunia dengan kedalaman sekitar 450 meter. Selain dari pesonanya yang indah, keberadaan masyarakat dan kebudayaan Batak di sekitar Danau toba ini menjadi kawasan yang menarik untuk dikunjungi.

Read more

Rute Bali-Wakatobi akan Dibuka

Rute Bali-Wakatobi akan Dibuka–Pemerintah Kabupaten Wakatobi tengah mengusahakan pembukaan rute penerbangan langsung dari Bali ke Wakatobi dan sebaliknya. Hal tersebut langsung ditanggapi oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

“Saat ini surat ke kami dari Pemda sudah masuk. Kami pada prinsipnya sudah oke bagi siapa pun yang berminat. Tinggal memberikan izin saja begitu ada maskapai yang mengajukan izin slot (slot waktu penerbangan Bali-Wakatobi dan sebaliknya),” ujar Jonan usai melakukan tinjauan di Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (13/3/2016).

Menurutnya, saat ini bandara yang baru disinggahi satu kali penerbangan setiap harinya ini sudah sangat siap untuk melayani penerbangan lain.

Ia bahkan sempat menyebutkan spesifikasi pesawat yang cocok untuk melayani rute penerbangan ini.

“Pakai ATR 72-600/700 sudah cukup. Bandaranya sudah mendukung. Sudah oke lah, tinggal siapa yang mau isi. Saya akan dukung,” kata Jonan.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Unit Pelayanan Bandar Udara (UPBU) Kementerian Perhubungan untuk Bandara Matahora, Wakatobi, Sarmin mengatakan, pihak Pemda sebenarnya sudah pro aktif melakukan komunikasi dengan agen-agen perjalanan dan penyedia jasa wisata di Bali.

“Pada prinsipnya mereka siap men-support dan sudah oke dengan rencana ini. Masalah maskapai, kami sudah melakukan komunikasi dengan Garuda Indonesia untuk mau menerbangkan pesawatnya di rute ini. Mereka juga sudah melakukan tinjauan langsung ke sini, tinggal tunggu saja balasan surat dari mereka (Garuda) bahwa mereka sudah siap,” tutur dia.

Sekretaris Daerah Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Sudjiton mengatakan, usulan tersebut, disusun bersama antara pihaknya dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, bersama sejumlah pihak terkait seperti Otoritas Bandara Matahora, Wakatobi, Kementerian Perhubungan dan Operator atau Maskapai Penerbangan.

Inisatif ini dimunculkan mengingat tingginya permintaan penerbangan wisata ke kawasan ini.

“Banyak wisatawan yang ingin ke sini, tapi mereka nggak mau repot terbang yang transit-transit begitu. Lebih enak kalau mereka terbang, dari wisata di Bali, kemudian ingin wisata lagi ke sini, itu kan lebih enak,” jelas dia.

Memang saat ini, untuk menuju Wakatobi, penumpang pesawat dari Jakarta harus beberapa kali transit yakni di Makassar di Sulawesi Selatan menuju Kendari di Sulawesi Tenggara baru berganti pesawat menuju Wakatobi.

Membangun Wakatobi

Transportasi yang baik menuju Wakatobi diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan domestik dan asing menuju Wakatobi. Target wisatawan 500 ribu orang rasanya tidak akan sulit dicapai, mengingat potensi pariwisata alam yang masih alami di Wakatobi yang tidak kalah dengan Raja Ampat atau Bali. Hanya saja transportasi yang sulit dan masih belum memadai membuat wisatawan lebih menyukai berwisata ke Bali atau ke Nusa Tenggara. Sehingga diharapkan pembangunan bandara dan beberapa pelabuhan dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Wakatobi.

Wakatobi Targetkan Kunjungan 500.000 Orang/Tahun

Wakatobi targetkan kunjungan wisatawan-Pemerintah Daerah Wakatobi tengah menyusun rencana induk peningkatan akses wisatawan untuk mencapai target kunjungan wisatawan hingga 500.000 orang per tahun. Salah satu upayanya adalah meningkatkan kemudahan akses transportasi baik yang menuju Wakatobi maupun di dalam Wakatobi sendiri.

Kepala Dinas Parwisata dan Ekonomi Kreatif Waktobi, Nadar mengatakan, minat wisata ke Wakatobi terus meningkat. Hingga tahun 2015, jumlah kunjungan wisata ke Wakatobi telah mencapai 18.000 orang. Meningkat dari periode tahun 2014 yang hanya 16.000

“Tahun 2016 ini, kita targetkan bisa tembus 25.000 orang dan jangka panjang kita targetkan bisa mencapai 500.000 orang,” ujar dia Kepada detikFinance ditemui di Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Minggu (13/3/2016).

Untuk mencapai target tersebut, sambung dia, kuncinya adalah kemudahan akses menuju Wakatobi.

“Dalam hal ini bottle necking-nya kan ada di transportasi, dalam hal ini penerbangan. Secara bandara sebenarnya kami sudah siap, tapi bagaiman rute lebih mudah ke sini,” kata dia.

Saat ini, untuk menuju Wakatobi, penerbangan dari Jakarta masih memakan waktu sekitar 5 jam. Selain itu, calon wisatawan juga harus melewati beberapa kali transit yakni dari Jakarta ke Makassar, lalu ke Kendari baru berpindah pesawat untuk menuju Wakatobi.

“Itu membuat perjalanan ke Wakatobi menjadi mahal dan lama. Kalau itu bisa dipecahkan, kunjungan wisata ke Wakatobi pasti akan lebih banyak lagi. Target 500.000 wisatawan atau 20 kali lipat dari target tahun 2016 bisa tercapai. Makanya kami sangat mendukung pembukaan rute baru yang langsung dari Bali-Wakatobi. Mudah-mudahan bisa diikuti dengan rute-rute lainnya,” tutur dia.

Selain tranportasi yang menghubungkan langsung dengan wilayah Indonesia lainnya, Wakatobi juga membutuhkan pembenahan dari sisi transportasi laut.

Membangun Wakatobi

Transportasi yang baik menuju Wakatobi diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan domestik dan asing menuju Wakatobi. Target wisatawan 500 ribu orang rasanya tidak akan sulit dicapai, mengingat potensi pariwisata alam yang masih alami di Wakatobi yang tidak kalah dengan Raja Ampat atau Bali. Hanya saja transportasi yang sulit dan masih belum memadai membuat wisatawan lebih menyukai berwisata ke Bali atau ke Nusa Tenggara. Sehingga diharapkan pembangunan bandara dan beberapa pelabuhan dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke Wakatobi.

Sumber: finance.detik.com

Menteri Perhubungan akan Fokus Bangun Wakatobi

Fokus Bangun Wakatobi–Menteri Perhubungan Ignasius Jonan menyambut baik rencana pembenahan fasilitas pelabuhan untuk mendukung peningkatan daya tarik pariwisata di Wakatobi, Sulawesi Tenggara.

wakatobi

Pesona bawah laut Wakatobi

Untuk mewujudkan dukunganya, Jonan akan membentuk Unit Pelayanan Pelabuhan Laut (UPPL) khusus untuk mengelola seluruh pelabuhan di Gugusan Kepulauan dengan panjang area karang bawah laut terpanjang di dunia.

“Kami akan bentuk UPPL sendiri khusus untuk Wakatobi. Sekarang kan pengelolaan pelabuhan di Wakatobi masih menyatu dengan Bau-bau. Kalau dia sudah punya UPPL sendiri, pengembangan pelabuhan di Wakatobi akan lebih maksimal,” kata Jonan ditemui usai melakukan tinjauan di Bandara Matahora, Wakatobi, Sulawesi Barat, Minggu (13/3/2016).

Jonan mengatakan, pembentukan UPPL ini tidak akan memakan waktu lama. Dirinya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi (PAN-RB), mengingat pembentukan unit ini berarti akan ada organisasi baru yang membutuhkan pengesahan dari Kementerian terkait.

“Tungu Men-PANRB ya. Tapi kalau bentuk UPPL harusnya nggak lama, paling 3 bulan ya. Kita tunggu, ini sedang proses. Semoga cepat terealisasi,” pungkas dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Parwisata dan Ekonomi Kreatif Wakatobi, Nadar mengatakan, selain tranportasi udara yang menghubungkan Wakatobi secara langsung dengan wilayah Indonesia lainnya, Wakatobi juga membutuhkan pembenahan dari sisi transportasi laut.

“Wakatobi ini kan kepulauan, terdiri dari 4 pulau besar. Nah kita ingin, selain bandara, pelabuhan juga ditingkatkan. Kami ingin pelabuhan-pelabuhan di Wakatobi memiliki standar wisata,” pungkas dia.

Membangun Wakatobi

Transportasi yang baik menuju Wakatobi diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan domestik dan asing menuju Wakatobi. Potensi pariwisata alam yang masih alami di Wakatobi tentu menjadi daya tarik tersendiri, hanya saja transportasi yang sulit dan masih belum memadai membuat wisatawan lebih menyukai berwisata ke Bali atau ke Nusa Tenggara.

Sumber: finance.detik.com, Gambar: pelni.co.id

Mengapa berinvestasi di Indonesia?

Mengapa berinvestasi di Indonesia

Mengapa berinvestasi di Indonesia

Indonesia adalah tujuan investasi anda. Potensi-potensi yang menjadi kekuatan daya saing dengan negara lain yaitu sumber daya alam yang melimpah, tenaga kerja muda dan terampil, pasar domestik yang besar dan terus tumbuh, serta dukungan pemerintah meningkatkan iklim investasi dan peran Indonesia di tingkat internasional. Dengan stabilitas politik yang terjaga selama 17 tahun pemerintahan demokrasi, perekonomian Indonesia telah siap untuk lepas landas. Mari berinvestasi di Indonesia yang luar biasa!

Perekonomian yang Sehat

Indonesia adalah pendorong pertumbuhan ekonomi Asia. Dengan PDB mencapai US$ 870 milyar di tahun 2014 dan hampir $900 milyar di tahun 2016.Indonesia memiliki ekonomi terbesar di Asia Tenggara.

Stabilitas Politik

Stabilitas politik menjadi dasar dinamika kehidupan ekonomi di Indonesia. Sejak bangkit dari pemerintahan otokrasi 17 tahun yang lalu, Indonesia, yang baru saja menjalankan demokrasi, dan berhasil. Kini dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, stabilitas politik berhasil dilanjutkan, apalagi dengan baiknya kerjasama antara pemerintah, polisi, TNI, dan juga media massa.

Iklim Investasi

Seiring dengan ketahanan ekonomi Indonesia pada masa krisis keuangan global dan sesudahnya, pemerintah terus melakukan reformasi iklim investasi untuk menciptakan tujuan investasi yang aman dan menarik. Kini dibawah pemerintahan Presiden Joko Widodo, proyek-proyek pembangunan infrastruktur, seperti jalan tol, jembatan, pelabuhan, jalur kereta api, dan pembangkitan serta transmisi listrik menjadi prioritas. Perijinan sudah dipangkas habis untuk memudahkan para investor menanamkan modalnya di Indonesia.

Sumber Daya Alam

Indonesia sangat kaya akan sumber daya alam mulai dari menjadi produsen utama gas alam cair dan peningkatan industri pertambangan. Minyak bumi dan mineral merupakan komoditas utama ekspor. Ada juga batu bara, emas, mineral-mineral lainnya, dan juga CPO. Indonesia salah satu produsen terbesar CPO di dunia, dan kini sudah mengembangkan CPO sebagai bahan bakar pembangkit listrik yang murah dan bersih.

Demografi

Indonesia mengalami pergeseran struktur kependudukan yang dikenal dengan istilah ‘bonus demografi’ dimana jumlah kelompok kerja produktif di tahun 2025-2035 akan mendominasi. Dari sekitar 250 juta orang penduduk Indonesia, usia produktif akan mencapai angka 35 persen atau sekitar 100 juta orang. Kini, pemerintah sedang menggalakkan pendidikan keterampilan dan memudahkan akses pendidikan kepada seluruh anak-anak di Indonesia.

Pasar Domestik

Sebagai negara dengan populasi penduduk ke-4 terbesar di dunia, lebih dari 53% penduduk Indonesia hidup di daerah perkotaan dengan gaya hidup modern dan kemampuan daya beli masyarakat yang meningkat. Peralatan teknologi, kendaraan bermotor, dan juga kebutuhan sandang, pangan, dan papan akan selalu habis terjual oleh pasar domestik.

Peran Global

Indonesia memainkan peran yang lebih dominan dalam isu-isu global. Sebagai satu-satunya negara anggota G-20 dari negara berkembang dan Asia Tenggara, Indonesia aktif menyuarakan kepentingan negara-negara berkembang. Indonesia menjadi corong utama bagi negara-negara berkembang dalam kancah politik Internasional dengan negara-negara yang mapan.

Sumber: bkpm.go.id, dengan beberapa perubahan.