Archive for Berita Investasi

Pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung Akan Dimulai

Setelah mengalami penundaan dua bulan karena masalah perizinan dan hak konsesi, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan dimulai segera. Hal itu senada dengan apa yang disampaikan Ignasius Jonan, bahwa pihaknya setuju untuk memberikan masa konsesi 50 tahun ke konsorsium Indonesia-China yang bernama Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Dengan pemberian konsesi ini, KCIC bisa memulai kontruksi dan mengurus ijin bisnis yang terkait. Pembangunan kereta cepat Jakarta Bandung senilai USD 5,1 miliar atau setara 67 triliun rupiah ini merupakan salah satu proyek mega-infrastruktur Indonesia yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

Read more

Produksi Minyak Indonesia Lebihi Target

Produksi Minyak Indonesia Lebihi Target di Kuartal Pertama Tahun 2016

Produksi minyak mentah Indonesia melebihi target dikarenakan peningkatan produksi beberapa perusahaan minyak di Indonesia. Tentu sebuah kabar baik bagi parameter perekonomian Indonesia di tahun 2016 ini.

Menurut SKK Migas, produksi minyak nasional mencapai angka 833.000 barel per hari (bph) dalam periode Januari-Maret 2016, melebihi target lifting minyak yang ditetapkan dalam APBN 2016 yakni sebesar 830.000 bph.Ini juga berarti bahwa rendahnya harga minyak dunia ini pada awal tahun ini yakni USD $ 27 per barel (terendah dalam 12 tahun terakhir), tidak membuat perusahaan minyak di Indonesia mengurangi produksinya.

Read more

Penerbangan Bersejarah Cengkareng-Silangit

Danau Toba dilihat dari Bakara

Danau Toba dilihat dari Bakara

Janji Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan destinasi wisata Danau Toba bukan omong kosong. Hari ini, Selasa (22/3) pagi, 08.20 WIB, Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA-268 melakukan penerbangan bersejarah Cengkareng-Silangit. Ini adalah penerbangan perdana sebagai langkah maju pasca kunjungan kerja presiden ke Toba, 1 Maret 2016 lalu.

Read more

Pemerintah Mendorong Kemudahan Bisnis

Pemerintah mendorong kemudahan bisnis, termasuk bagi usaha-usaha baru atau start-up, sebagai bagian upaya mencapai target pertumbuhan ekonomi. Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah pun dilakukan untuk memperkuat pasar dalam negeri.

’’Dengan pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan pemerintah sebesar 5,3 persen, pemerintah harus berkomitmen memenuhi target ini,” kata Direktur Bina Usaha Perdagangan Ke-menterian Perdagangan Fetna-yeti, akhir pekan lalu, di Jakarta.

Read more

Buruh di Jawa Tengah Upah Rendah dan Minim Demonstrasi

Deputi bidang Pengendalian Investasi BKPM Azhar Lubis, mengatakan adanya pergeseran orientasi investasi padat karya. Dibandingkan dengan provinsi lain, Jawa Tengah lebih diminati oleh para investor karena strandar upah yang relatif rendah bila dibandingkan dengan provinsi lainnya, juga ditambah dengan buruh di Jawa Tengah untuk berdemonstrasi.

Ia menambahkan bahwa kondisi ini bisa menyebabkan berkurangnya arus perpindahan penduduk dari desa ke kota besar nantinya.

“Kedepannya memang kita akan menggerakkan industri padat karya ke Jawa Tengah karena upah bisa lebih rendah di sana. Dengan demikian, semoga arus urbanisasi bisa berkurang karena mereka tidak perlu jauh-jauh ke kota besar untuk mencari pekerjaan,” terangnya di Jakarta.

Sebagai gambaran, provinsi Jawa Timur dan DKI Jakarta pada tahun 2015 memiliki UMK tertinggi dan Upah Minimum Provinsi (UMP) sama-sama di angka Rp 2,7 juta. Sedangkan UMK tertinggi di Jawa Barat dan Banten masing-masing memiliki angka Rp 2,95 juta dan Rp 2,4 juta.Sementara tahun 2014 menyebutkan bahwa Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) Jawa Tengah paling tinggi hanya sebesar Rp 1,38 juta, dimana angka ini relatif lebih kecil dibandingkan nilai UMK tertinggi di seluruh provinsi Jawa lainnya.

Upah yang lebih rendah, berindikasi bahwa daya beli di provinsi tersebut memiliki daya beli yang juga tinggi. Dengan adanya asumsi itu, ia juga mengatakan bahwa nantinya Jawa Tengah adalah daerah yang paling jarang melakukan demonstrasi buruh.

“Biasanya industri padat karya mengambil tenaga kerja dari wilayah sekitarnya. Kalau tempat kerja dekat dengan tempat tinggal, sore mereka bisa pulang ke keluarganya, tidak perlu khawatir sewa rumah lagi, daya belinya tinggi, sehingga minim demonstrasi,” tuturnya.

Beberapa waktu sebelumnya, ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Ade Sudradjat juga mengatakan bahwa investor tekstil asal Tiongkok dan Korea Selatan mengincar provinsi Jawa Tengah karena jumlah tenaga kerja yang banyak dan upah yang rendah.

“Kebanyakan dari mereka hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Tapi itu justru jadi daya tarik bagi dua investor tekstil asing yang rencananya mau menanamkan modal senilai Rp 1,5 triliun pada tahun ini, ” terang Ade di Jakarta pada bulan lalu.

Apa yang disampaikan oleh Ade Sudrajat ini didasari dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah yang mencatat bahwa sebagian besar tenaga kerja didominasi lulusan SD dengan angka 9,39 juta orang, atau 54,19 persen dari total tenaga kerja Jawa Tengah dengan jumlah 17,32 juta orang.

Sumber: kabarburuh.com, dengan beberapa perubahan