Archive for Bank BJB

[Bank BJB] KKPE

DEFINISI KKPE

Kredit Ketahanan Pangan dan Energi yang selanjutnya disebut BJB KKPE adalah kredit investasi dan/atau modal kerja yang diberikan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Ketahanan Pangan dan Program Pengembangan Tanaman Bahan Bahu Bahan Bakar Nabati.

SASARAN

  • Petani, Peternak, Pekebun, Nelayan, Pembudidaya ikan yang tergabung dalam suatu kelompok tani dan atau koperasi.
  • Koperasi yang bergerak dalam bidang pengadaan pangan

USAHA DAN KOMODITAS YANG DAPAT DIBIAYAI

  • Petani, dalam rangka pengembangan tanaman padi, jagung, kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, koro dan/atau perbenihan (padi, jagung dan/atau kedelai). 
  • Petani, dalam rangka pengembangan tanaman bawang merah, cabai, kentang, bawang putih, tomat, jahe, kunyit, kencur, pisang, salak, nenas, buah naga, melon, semangka, pepaya, strawberi, pemeliharaan manggis, mangga, durian, jeruk dan apel. 
  • Petani dalam rangka pengembangan tebu. 
  • Peternak, dalam rangka pengembangan peternakan sapi potong, sapi perah, pembibitan sapi, kerbau, kambing/domba, ayam ras, ayam buras, itik, burung puyuh dan kelinci. 
  • Kelompok tani dalam rangka pengadaan/peremajaan alat dan mesin untuk mendukung usaha tersebut diatas meliputi, traktor, power threser, corn sheller, pompa air, dryer, vacuum fryer, chopper, mesin tetas, pendingin susu dan biodigester.
  • Koperasi, dalam rangka pengadaan gabah, jagung dan kedelai
  • Nelayan, untuk kegiatan usaha di bidang :
    • Penangkapan ikan, meliputi kegiatan usaha penangkapan dengan menggunakan alat tangkap pancing, jaring dan pukat beserta turunannya.
    • Pembudidayaan ikan, meliputi kegiatan usaha pembudidayaan udang, nila, gurame, patin, lele, kerapu macan, ikan mas, dan pengembangan rumput laut.

KRITERIA

  • PETANI/PETERNAK/PEKEBUN/NELAYAN/PEMBUDIDAYA IKAN
    • Berusia paling rendah 21 tahun atau sudah menikah yang memiliki kegiatan usaha produktif minimal telah berjalan selama 1 tahun
    • Menjadi anggota kelompok tani
    • Bersedia mengikuti petunjuk Dinas Teknis atau Penyuluh Pertanian dan mematuhi ketentuan-ketentuan sebagai peserta bjb KKPE.
    • Tidak sedang memperoleh fasilitas kredit program dari pemerintah
    • Tidak masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia dan tidak terindikasi mempunyai kredit bermasalah baik sebagai perorangan, badan usaha atau pengurus.
    • Tidak ada informasi negatif dan tidak sedang terlibat/menghadapi masalah hukum
  • KELOMPOK TANI
    • Telah terdaftar pada dinas teknis setempat.
    • Mempunyai anggota yang melaksanakan budidaya komoditas yang dapat dibiayai bjb KKPE
    • Mempunyai organisasi dengan pengurus yang aktif paling kurang ketua, sekretaris dan bendahara.
    • Mempunyai aturan kelompok yang disepakti oleh seluruh anggota.
  • KOPERASI
    • Berbadan hukum
    • Memiliki pengurus yang aktif
    • Memenuhi persyaratan bank teknis
    • Memiliki anggota yang terdiri dari petani, peternak, pekebun dan nelayan
    • Memiliki bidang usaha di sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan  dan atau pengadaan pangan

KELENGKAPAN DOKUMEN

  • PERORANGAN
    • Fotokopi KTP Pemohon dan Istri/Suami bagi yang sudah berkeluarga
    • Fotokopi Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
    • Fotokopi Surat Nikah Pemohon
    • Pas photo Pemohon beserta Istri/Suami (ukuran 3×4, 1 lembar)
    • Surat pernyataan bermaterai cukup yang menyatakan sebagai petani dan diketahui oleh Kepala Desa/Lurah setempat
    • Apabila menggarap lahan orang lain diperlukan surat kuasa/keterangan dari pemilik lahan yang diketahui oleh Kepala Desa.
  • KELOMPOK TANI
    • Apabila kelompok tani bekerjasama dengan Mitra Usaha agar membuat kesepakatan secara tertulis dalam bentuk perjanjian kerjasama antara pihak-pihak yang bermitra.
    • Surat tanda bukti terdaftar dari dinas teknis terkait
    • Susunan pengurus Kelompok Tani yang aktif paling sedikit terdiri dari Ketua , Sekretaris dan Bendahara
    • Surat kuasa dari anggota Kelompok Tani yang menunjuk Ketua Kelompok dari anggota
  • KOPERASI
    • Surat pengesahan Badan Hukum Koperasi dari Instansi yang berwenang
    • Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang memuat kegiatan antara lain kegiatan usaha di sektor pertanian
    • Daftar anggota yang terdiri dari petani
    • Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) / identitas lainnya yang masih berlaku atas nama seluruh pengurus .
    • Copyseluruh ijin atau legalitas usaha yang dimiliki dan masih berlaku
    • Copyhasil Rapat Anggota Tahunan (minimal 2 periode terakhir) Serta penetapan Susunan Pengurus yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang.

KETENTUAN

  • Plafond
    • Maksimal sebesar Rp 50.000.000,00
      • Untuk petani, peternak, pekebun, nelayan dan pembudidaya ikan, yang disesuaikan dengan jumlah kebutuhan Indikator.
    • Maksimal seebsar Rp 500.000.000,00
      • Untuk kelompok tani dalam rangka pengadaan/peremajaan alat dan mesin untuk mendukung usaha tanaman pangan, hortikultura, peternakan, perkebunan, penangkapan ikan dan pembudidayaan ikan.
      • Untuk koperasi dalam rangka pengadaan pangan.
    • Jangka Waktu
      • Jangka waktu ditetapkan berdasarkan siklus tanam /usaha komoditas yang dibiayai dengan batasan maksimal 5 (lima) tahun.
    • Biaya- biaya
      • Bebas biaya administrasi
      • Biaya provisi sebesar 0,5 % per tahun
      • Biaya notaril sesuai tarif yang berlaku di Notaris untuk :
        • Pembuatan Perjanjian Kredit
        • Pengikatan Agunan
    • Agunan
      • Nilai agunan minimal sebesar 100 % dari plafond kredit.
      • Jenis agunan berupa :

No

Jenis

Bukti pemilikan

1 Tanah/Bangunan SHM / SHGB / SHGP
2 Lapak/Los/Kios/Toko SHM / SHGB / SHGP
3 Kendaraan Roda 4 BPKB
4 Cash Collateral Deposito / Tabungan / Ori

[Bank BJB] Kredit Mikro Utama

Bank BJB

Bank BJB

Latar Belakang Kredit Mikro Utama

Dalam rangka mendorong laju perkembangan usaha sektor UMKM serta sejalan dengan program bank bjb dalam percepatan peningkatan kredit produktif, maka bank bjb telah memberikan dukungannya melalui pemberian kredit kepada pelaku usaha UMKM, sebagaimana telah berjalan saat ini. Namun dalam rangka mengembangkan program pemberian kredit kepada sektor usaha riil tersebut, dimana perkembangan usahanya dimulai dari sektor usaha Mikro, yang diharapkan akan berkembang menjadi sektor usaha Kecil dan Menengah, maka bank bjb bermaksud mengembangkan produk pemberian kredit kepada pelaku usaha Mikro melalui fasilitas pemberian kredit dengan persyaratan yang dapat terjangkau oleh pelaku Usaha Mikro.

Sasaran Kredit Mikro Utama

Sasaran BJB Kredit Mikro “Utama” adalah segmen pasar kredit skala mikro yang masih memiliki potensi untuk dibiayai dengan kredit, seperti :

  1. Perorangan yang memiliki usaha didalam Sektor Ekonomi produktif.
  2. Para pelaku usaha (pedagang) pada lokasi pasar yang potensial, baik dari sisi usaha, lokasi dan kondisi pasar.

Ketentuan Pemberian Kredit Mikro Utama

  1. Maksimal Plafon, Plafon BJB Kredit Mikro Utama maksimal sebesar Rp 500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).
  1. Jangka Waktu, Jangka waktu BJB Kredit Mikro Utama berdasarkan jenis kredit, yaitu:
  1. Modal Kerja maks 3 tahun
  2. Investasi maksimal 5 tahun
  1. Biaya Provisi, Biaya yang dikenakan dalam BJB Kredit Mikro Utama adalah biaya provisi sebesar 0,5% dari plafon kredit yang disetujui.

Tingkat Suku Bunga Kredit

Jangka Waktu Kredit

Debitur baru (New)

Debitur Existing Yang Mengulang (Top-Up)

 

Flat

Setara Efektif

Flat

Setara Efektif

1 Tahun 14.00% 25.846% 12.00% 22.154%
2 Tahun 14.00% 26.880% 12.00% 23.040%
3 Tahun 14.00% 27.243% 12.00% 23.351%
4 Tahun 14.00% 27.429% 12.00% 23.510%
5 Tahun 14.00% 27.541% 12.00% 23.607%

Agunan Kredit Mikro Utama

  • Girik/Akta Tanah/Letter-C/SKGR/bukti kepemilikan lain yang sejenis untuk tanah adat
  • SHM/SHGB/SHGP/SPTB/HPK/SIPK
  • BPKB Kendaraan Bermotor
  • Surat Berharga (Deposito, Tabungan, ORI, dll)

Persyaratan Penjaguan Kredit Mikro Utama

  • Form Permohonan Kredit
  • Copy KTP Pemohon (suami/istri), Kartu Keluarga dan Surat Nikah
  • Pasfoto pemohon uk. 3×4 1 lbr
  • Copy Rek. Koran/Tabungan/Giro/Deposito
  • Copy Rek. Listrik, Telepon, PDAM
  • Surat Keterangan Usaha
  • Copy Bukti Kepemilikan Jaminan
  • Copy PBB (NJOP) Tahun terakhir
  • Copy KTP (Suami/Istri), Surat Nikah, KK- Pemilik Jaminan
  • Laporan Laba/Rugi (apabila ada)
  • Surat Penawaran (Mesin/Peralatan/Kendaraan/Franchise) – untuk Kredit Investasi
  • Rencana Anggaran Bangunan untuk Kredit Investasi

Segera kepada para pihak yang ingin mengambil kredit ini untuk menghubungi Bank BJB terdekat. Syarat mudah dan fasilitas yang baik kiranya dapat membantu pengembangan usaha/ bisnis menjadi lebih baik lagi.

Hubungi Sentra UMKM bank BKB Terdekat

  • Bandung  – Jl. Ir. H. Djuanda No.191 Bandung – Telp 022-2534836, 2510600
  • Bogor – Jl. Tegar Beriman Cibinong – Telp 021-87912441
  • Cirebon – Jl. Siliwangi No.30 Cirebon – Telp 0231-202584, 202585
  • Jakarta – Jl. Pemuda No. 97 Jakarta – Telp 021-47861771, 47868072
  • Karawang – Jl. Kertabumi No.2 Kab. Karawang – Telp 0267-8454389
  • Serang – Jl. Veteran No.6 Serang – Telp 0254-214248
  • Tasikmalaya – Jl. Mayor Utarya No.30 Tasikmalaya – Telp 0265-322450

Sumber : www.bankbjb.co.id

[Bank BJB] Kredit Cinta Rakyat Jawa Barat

Bank BJB

Bank BJB

Apakah itu Kredit Cinta Rakyat Jawa Barat?

  • Kredit Cinta Rakyat adalah Kredit yang diberikan kepada pelaku usaha perorangan  mikro dan kecil dalam sektor ekonomi produktif yang ada di wilayah Provinsi Jawa Barat untuk tujuan modal kerja dan/atau investasi yang mengikuti program dana bergulir dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
  • Sasaran penyaluran Kredit Cinta Rakyat oleh Bank Pelaksana yaitu Usaha Mikro dan Kecil yang bergerak di sektor produktif, meliputi pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan, kehutanan, perindustrian, pertambangan rakyat dan sektor lainnya.

Bagaimana Plafond Kredit Cinta Rakyat?

  1. Maksimal sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) untuk 1 (satu) Usaha Mikro.
  2. Diatas Rp. 20.000.000, – (dua puluh juta rupiah) sampai dengan maksimal sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) untuk Usaha Kecil.

Jangka waktu Kredit Cinta Rakyat

  • Maksimal 3 (tiga) tahun untuk Kredit Modal Kerja atau disesuaikan dengan Tanggal Jatuh Tempo Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank
  • Maksimal 5 (lima) tahun untuk Kredit Investasi atau disesuaikan dengan Tanggal Jatuh Tempo Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank

Keterangan:
Tanggal jatuh tempo kredit yang diberikan kepada Debitur tidak boleh melebihi tanggal Jatuh Tempo Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Bank.

Tingkat Suku Bunga

  • Suku bunga sebesar 8,3% (delapan koma tiga perseratus) efektif per tahun
  • Biaya Provisi :0.5 % dari Plafond
  • Denda : 1 %0 (satu per mil) per hari, dengan ketentuan paling tinggi 5 % (lima perseratus ) dari sisa tunggakan

Persyaratan Administrasi Kredit Cinta Rakyat

  1. Fotokopi KTP/SIM Pemohon dan Pasangan (Suami/Istri)
  2. Fotokopi Kartu Keluarga
  3. Fotokopi Surat Nikah (khusus bagi yang sudah berkeluarga)
  4. Mengisi formulir pengajuan kredit dan melampirkan catatan mengenai penjualan dan pembelian atau catatan lain yang menunjukan kondisi usaha
  5. Fotokopi bukti pembayaran listrik, air dan telepon bulan terakhir, apabila dirumah calon debitur terdapat fasilitas tersebut;
  6. Fotokopi bukti kepemilikan jaminan yang sah;
  7. Persyaratan lainnya yang diperlukan oleh Bank Pelaksana.
  8. Fotokopi Surat Keterangan Usaha yang dikeluarkan oleh Desa/Kelurahan setempat/Instansi terkait

Agunan Kredit Cinta Rakyat

Jenis Agunan

Bukti Kepemilikan

Tanah dan/atau Bangunan Girik/Akta Tanah/Letter-C/bukti kepemilikan lain yang sejenis untuk tanah adat.
Tanah dan / atau Bangunan SHM / SHGB / SHGU
Toko / Lapak / Los / Kios SHM / SHGB / SHGU / SPTB / HPK / Surat Ijin Pemakaian Kios
Kendaraan Bermotor Roda 2 / Roda 4 Bukti Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB)
Cash Collateral Bilyet Deposito / Rekening Tabungan / Rekening  Giro bank bjb

Segera kepada para pihak yang ingin mengambil kredit ini untuk menghubungi Bank BJB terdekat. Syarat mudah dan fasilitas yang baik kiranya dapat membantu pengembangan usaha/ bisnis menjadi lebih baik lagi.

[Bank BJB] Kredit Usaha Rakyat

Bank BJB

Bank BJB

Apakah BJB Kredit Usaha Rakyat (KUR) itu?

  • BJB Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah Kredit/Pembiayaan yang diberikan UMKMK di bidang usaha yang produktif untuk tujuan Modal Kerja dan/atau Investasi
  • KUR Mikro adalah KUR dengan plafond sampai dengan sebesar Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) baik secara langsung (direct) maupun tidak langsung (linkage), dengan suku bunga Kredit sebesar 22% (dua puluh dua persen) efektif per tahun
  • KUR Ritel adalah KUR dengan plafond di atas Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) s/d Rp.500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), baik secara langsung (direct) maupun tidak langsung (linkage), dengan suku bunga Kredit sebesar 14% (empat belas persen) efektif per tahun.

Siapa saja yang boleh mengajukan kredit usaha rakyat ini?

UMKMK baik berbentuk perorangan maupun Badan Usaha yang melakukan kegiatan usaha produktif dan layak tetapi belum bank-able.

Kriteria Kredit Usaha Rakyat

  • Berusia paling rendah 21 tahun atau sudah menikah yang memiliki kegiatan usaha produktif minimal telah berjalan selama 1 tahun
  • Tidak sedang menerima kredit/ pembiayaan modal kerja dan atau investasi dari perbankan dan atau tidak sedang menerima Kredit Program dari Pemerintah yang dibuktikan dengan hasil Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia pada saat permohonan kredit/pembiayaan diajukan, Kecuali sedang menikmati kredit konsumtif.
  • Dalam hal pemohon masih memiliki baki debet yang tercatat dalam Sistem Informasi Debitur Bank Indonesia, tetapi yang bersangkutan sudah melunasi pinjaman, maka diperlukan Surat Keterangan Lunas/Roya dengan lampiran cetakan rekening dari Bank Pelaksana/pembiayaan sebelumnya.
  • Tidak masuk dalam Daftar Hitam Bank Indonesia dan tidak terindikasi mempunyai kredit bermasalah baik sebagai perorangan, badan usaha atau pengurus.
  • Tidak ada informasi negatif dan tidak sedang terlibat/menghadapi masalah hukum

Persyaratan Kredit Usaha Rakyat

1. Untuk pengajuan PERORANGAN

  • Copy KTP Pemohon dan Istri/Suami bagi yang sudah berkeluarga
  • Copy Kartu Keluarga (KK) yang masih berlaku
  • Copy Surat Nikah Pemohon
  • Pas photo Pemohon beserta Istri/Suami (ukuran 3×4, 1 lembar)
  • Copy rekening listrik, telepon, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) untuk bulan terakhir
  • Untuk permohonan kredit s/d Rp 100.000.000,00
    • Copy surat Keterangan Usaha (SKU) dari Desa atau Kelurahan atau dinas yang terkait dengan usaha dan lokasi usaha debitur.
    • Copy ijin usaha formal bagi pemohon yang sudah memilikinya
  • Untuk permohonan kredit diatas Rp 100.000.000,00
    • Copy ijin usaha formal (SIUP) serta ijin usaha lainnya (apabila ada).
    • Copy NPWP.
  • Bukti asli kepemilikan agunan dan copy dokumen pendukung kepemilikan agunan.
  • Copy KTP (Istri/Suami), Kartu Keluarga dan Surat Nikah Pemilik agunan.
  • Data laporan keuangan beserta dokumen pendukungnya (apabila ada).
  • Untuk Kredit Investasi :
    • Surat penawaran dalam rangka pembelian mesin / peralatan / kendaraan / barang investasi lainnya.
    • Rencana Anggaran Biaya (RAB) dalam rangka pembangunan / renovasi / perluasan tempat usaha.

2. Untuk pengajuan BADAN USAHA

  • Copy Akta Pendirian berikut perubahan-perubahannya. (khusus untuk Perseroan Terbatas ditambah copy Surat Pengesahan Badan Hukum dari Departemen terkait)
  • Copy Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga (apabila terpisah dari Akta Pendirian)
  • Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) / identitas lainnya yang masih berlaku atas nama seluruh pengurus dan/atau pemilik..
  • Copy seluruh ijin atau legalitas usaha yang dimiliki dan masih berlaku
  • Copy hasil Rapat Anggota Tahunan (minimal 2 periode terakhir) serta penetapan Susunan Pengurus yang telah dilegalisasi oleh instansi yang berwenang. (Khusus bagi Koperasi)
  • Copy Hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) terakhir (khusus Perseroan Terbatas)
  • Copy pembayaran pajak usaha berikut SPT Tahunan dan rekening listrik, telepon dan air, untuk tempat usaha (minimal bulan terakhir).
  • Rencana Penggunaan Kredit dan Pembayaran Angsuran.
  • Laporan Keuangan Tahunan minimal 2 (dua) tahun terakhir dan Laporan Keuangan periode terakhir.
  • Bukti asli kepemilikan agunan dan copy dokumen pendukung kepemilikan agunan.
  • Copy KTP (Istri/Suami), Kartu Keluarga dan Surat Nikah Pemilik agunan apabila jaminannya milik Pengurus/Pemilik.

Keterangan selanjutnya tentang Kredit Usaha Rakyat

1. Plafond

a. Secara Langsung

  • KUR Mikro : Maks. 20 jt
  • KUR Ritel  : Diatas 20 jt s/d Rp 500 jt

b. Melalui Lembaga Linkage

  • Kepada Lembaga Linkage : Maks. Rp 2 M
  • Lembaga Linkage kepada UMKMK : Maks. Rp 100 jt

2. Jangka Waktu Kredit

  • Kredit Modal Kerja : Maks. 3 (tiga) tahun
  • Kredit Investas : Maks. 5 (lima) tahun
  • Kredit Investasi untuk Tanaman Keras : Maks. 13 (tiga belas) tahun

3. Biaya- biaya

  • Bebas biaya administrasi
  • Biaya provisi sebesar 0,5 % dari plafond kredit
  • Biaya notaril sesuai tarif yang berlaku di Notaris untuk :
    • Pembuatan Perjanjian Kredit
    • Pengikatan Agunan
  • Biaya asuransi agunan sesuai tarif yang berlaku di pihak Asuransi
  • Biaya matera sesuai dengan ketentuan yang berlaku

4. Agunan Tambahan

  • Nilai
    • Secara Langsung
      • KUR Mikro : Mak. dibawah 100 %
      • KUR Ritel : Min. 40 % s/d dibawah 100 %
    • Melalui Lembaga Linkage
      • BPR
        • BPR milik Pemda : Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal sebesar 100%
        • BPR non Pemda :
          • Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal sebesar 100% ditambah
          • Agunan fisik minimal sebesar 10%
          • Non BPR :
            • Tagihan atas piutang kepada UMKM dari kredit yang disalurkan minimal sebesar 100% ditambah
            • Agunan fisik minimal sebesar 50%
  • Jenis
Plafond s/d Rp. 50.000.000,-

No

Jenis

Bukti Pemilikan

1 Tanah / Bangunan Girik / Letter C / Akta Tanah
SHM / SHGB / SHGP
2 Lapak / Los / Kios / Toko SPTB / HPK / SIPK
SHM / SHGB / SHGP
3 Kendaraan Roda 4 BPKB
4 Cash Collateral Deposito / Tabungan / Ori
Plafond diatas Rp. 50.000.000,- s/d Rp. 100.000.000,-

No

Jenis

Bukti Pemilikan

1 Tanah / Bangunan SHM / SHGB / SHGP
2 Lapak / Los / Kios / Toko SHM / SHGB / SHGP
3 Kendaraan Roda 4 BPKB
4 Cash Collateral Deposito / Tabungan / Ori
Plafond diatas Rp. 100.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,-

No

Jenis

Bukti Pemilikan

1 Tanah / Bangunan SHM / SHGB / SHGP
2 Lapak / Los / Kios / Toko SHM / SHGB / SHGP
3 Cash Collateral Deposito / Tabungan / Ori

Sumber : www.komite-kur.com