Pinjaman BNI Griya

Pinjaman BNI Griya

Pinjaman BNI GRIYA merupakan fasilitas pembiayaan konsumtif yang dapat digunakan untuk tujuan : Pembelian, Pembangunan, Renovasi, Top Up, Refinancing, atau Take Over properti berupa rumah tinggal, villa, apartemen, kondominium, rumah toko, rumah kantor, atau tanah kaveling yang besarnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pemohon.

Bank BNI

Keunggulan

  • Maksimum kredit hingga Rp 5 miliar.
  • Jangka waktu kredit hingga 20 tahun.
  • Bebas memilih lokasi rumah idaman

Syarat dan Ketentuan

  • Warga Negara Indonesia
  • Berpenghasilan tetap (fixed income) maupun tidak tetap (non fixed income).
  • Usia pemohon :
    1. Usia minimal 21 tahun saat pengajuan, dan
    2. Usia maksimal saat kredit lunas :
      Karyawan Wiraswasta/pengusaha
      55 tahun atau usia pensiun 65 tahun
  • Mengisi formulir dan melengkapi persyaratan dokumen.
  • Persyaratan Dokumen untuk pegawai tetap, profesional, atau wiraswasta:
  1. FC KTP (Suami Istri)
  2. FC Kartu Keluarga
  3. FC Surat Nikah (apabila sudah menikah)
  4. FC NPWP Pribadi / SPT PPh 21
  5. FC Rek Gaji 3 Bln Terakhir ✓
  6. FC Rek Koran 6 Bln Terakhir (untuk profesional atau wiraswasta)
  7. Asli Surat Keterangan Kerja & Slip Gaji
  8. FC Ijin Praktek Profesi (untuk profesional)
  9. FC Legalitas Usaha / Surat Ijin Usaha / Surat Keterangan Usaha (Akte Pendirian / AD-ART, SIUP, NPWP, SITU / SKDU & TDP) Perusahaan dari Pemerintah Daerah Setempat (untuk wiraswasta)
  10. Pas Foto 4×6 (Pemohon : Suami / Istri)
  11. FC Dokumen Jaminan, berupa Sertifikat, IMB, Bukti Lunas PBB Tahun Terakhir
  12. FC Laporan Keuangan 2 Tahun Terakhir (untuk wiraswasta)

Biaya-biaya Pinjaman BNI Griya

  1. Propisi 1% dari maksimal kredit eenmalig
  2. Administrasi Rp 500.000,-
  3. Asuransi Jiwa, Asuransi kebakaran ditentukan kemudian
  4. Appraisal dan Notaris ditentukan kemudian
    Terhitung mulai tanggal 01 Mei 2014, suku bunga floating akan disesuaikan menjadi 13,5% pa efektif untuk BNI Griya dan 14,0% pa efektif untuk BNI Griya Multiguna.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai produk-produk kami,  Anda dapat  menghubungi BNI Call 500046 atau  (021) 500046  / 68888 melalui ponsel Anda

* Data/persyaratan lainnya sesuai kebutuhan proses kredit

Sumber :http://www.bni.co.id/

memulai investasi saham

Memulai Investasi Saham

Bagaimana cara untuk memulai investasi saham? Tentu itu adalah pertanyaan yang paling sering ditanyakan oleh generasi muda (milenial) jaman sekarang. Pendapatan yang cukup besar ditambah dengan kesadaran perlunya investasi dan rencana untuk pensiun dini membuat investasi jadi pilihan utama. Termasuk investasi saham. Investasi selalu terkait dengan adanya resiko,‭ ‬tanpa memperdulikan bentuk investasi tersebut.‭ ‬Berinvestasi di pasar modal juga memiliki resiko tertentu‭; ‬dan resiko ini lebih besar dibandingkan berinvestasi di aset yang memiliki resiko rendah‭ (‬low risk‭) ‬atau yang mendekati nol‭ (‬risk-free‭)‬,‭ ‬seperti tabungan deposito berjangka.‭ ‬Mengingat resiko yang harus ditanggung oleh seorang investor yang akan menanamkan dananya di Pasar Modal,‭ Tips Memulai Investasi Saham ‬berikut mungkin dapat membantu sebelum Anda memulai kegiatan investasi di Pasar Modal.

Read more

5-Kesalahan-Investasi

5 Kesalahan Investasi

Ada lima kesalahan mendasar yang sering menyebabkan investasi kita hilang atau bahasa sederhananya investasi kita gagal. Bukannya untung, malah tidak mendapatkan apa-apa bahkan jadi merugi. Berikut ini telah saya rangkum lima kesalahan investasi yang sering dilakukan oleh orang Indonesia.

Read more

Surabaya Peroleh Investasi 500 Miliar

Badan Koordinasi Pelayanan dan Penanaman Modal (BKPPM) Kota Surabaya Peroleh Investasi 500 Miliar. Adapun, target realisasi investasi BKPPM Surbaya di 2016 sebesar Rp35 triliun. “Capaian itu dua bulan kemarin, untuk bulan ketiganya masih dihitung. Pertengahan April lah data realisasi triwulan pertama keluar,” tutur Kepala BKPM Surabaya Eko Agus Supiadi di Hotel Bumi Surabaya, Jumat (8/4/2016).

Read more

Perda Penghambat Investasi Dievaluasi

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) menginventarisasi peraturan daerah (perda), yang dinilai menghambat percepatan investasi untuk dibahas saat pertemuan dengan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo pada (18/4/2016) mendatang. Kepala Biro Hukum Pemprov Sumut Sulaiman Hasibuan mengatakan, banyak perda yang tidak produktif dan harus segera dihapuskan. Pemprov Sumut telah menyurati pemerintah kabupaten/kota terkait hal ini agar turut menginventarisasi sejumlah perda yang dianggap menghambat laju investasi atau bertentangan dengan peraturan lebih tinggi.

Read more